MANAJEMEN PEMASARAN GLOBAL
KENTUCKY FRIED CHICKEN (KFC)
Dosen
: Tantyo Setyowati SE. MM
Disusun
Oleh :
ADINDA MUTIARA SARI 10215148
ADITYA WARMAN 10215204
ADHI I TANJUNG 10215115
GERRY ARIESTYO 1
MUHAMMAD AZHAR DARUSSALAM 14215275
RAMADHAN PERMADI 15215629
Kelas
: 4EA33
Fakultas Ekonomi
Universitas Gunadarma
2018/2019
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.1
Latar
Belakang
Globalisasi
merupakan sebuah fenomena yang tidak lagi asing untuk didengar. Dewasa ini,
kita dapat melihat bagaimana segala sesuatu hal yang terjadi di dunia tidak
terlepas dari konteks globalisasi. Globalisasi pada dasarnya merupakan fenomena
yang membuat seolah batas-batas negara menjadi pudar dan tidak lagi signifikan
seperti sebelumnya. Globalisasi ini memiliki banyak efek dan mampu
memfasilitasi beberapa pergerakan di dunia. Globalisasi dengan demikian
memungkinkan adanya suatu hal untuk menglobal dan meningkatkan konektivitas
yang ada dalam masyarakat, terlepas dari di mana mereka tinggal dan bermukim. Salah
satu perkembangan globalilasi paling signifikan adalah dalam praktik dunia
usaha adalah pertumbuhan pesat aktivitas internasional. Ekspor, investasi
langsung asing dan penentuan sumber pengadaan produk dan komponen di luar
negeri telah merebak secara dramatis. Dalam situasi seperti itu banyak
perusahaan yang memasuki pasar internasional untuk mencari sumber komponen
secara lebih efektif dan memasuki pasar produk yang bertumbuh yang lebih
menjanjikan dibandingkan pasar domestik.
Seiring dengan perkembangan zaman dan
meningkatnya selera masyarakat, banyak perusahaan-perusahaan berusaha mencari
siasat untuk tetap mengembangkan usahanya dan menambah omset keuntungannya.
Salah satunya adalah dengan melakukan pemasaran untuk terus mempromosikan
produk mereka. Sebagai contoh strategi pemasaran yang dilakuan oleh perusahaan
KFC.
Banyaknya restoran cepat saji yang berada di
Indonesia menimbulkan persaingan ketat dalam kompetisi mutu serta kualitas dari
produk yang dihasilkan. Fast food atau restoran cepat saji, mulai populer di
Indonesia pada awal 1980. Sebagian besar fast food yang merambah pasar
Indonesia berasal dari Amerika. Saat ini tercatat ada beberapa nama besar di
dunia “Junk Food” Amerika, yang membuka gerai-gerai di Indonesia. Sebagai
pioneer di Indonesia, adalah Kentucky
Fried Chicken. Animo masyarakat cukup besar terhadap gerai ayam cepat saji
ini, terlihat dengan munculnya gerai-gerai serupa yang berusaha meniru Kentucky Fried Chicken. Ada gerai yang
memang berasal dari luar, dan ada pula gerai lokal, yang mengimitasi dengan
memakai nama-nama kota di Amerika, seperti California, Texas, Washington,
Oklahoma, dan Vegas. Seiring berjalannya waktu, beberapa bertahan, dan adapula
yang tidak dapat bertahan. Masuknya beberapa nama Internasional ke dalam kancah
franchise restoran cepat saji di
Indonesia seperti Kentucky Fried Chicken,
Mc Donald, Texas Fried Chicken semakin meramaikan kancah restoran cepat saji
di Indonesia. Beberapa diantara mereka, menggunakan ide untuk menambah Menu Fried Chicken sebagai side menu, sebagai alternatif menu utama
mereka.
1.1.2
Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
sejarah dan profil Kentucky
Fried Chicken?
2. Bagaimana
pengaruh globalisasi pada pembentukam gaya hidup manusia?
1.1.3
Tujuan
1. Untuk
mengetahui profil, sejarah dan strategi pemasaran Kentucky Fried Chicken
di perdagangan lokal maupun global.
2. Untuk
mengetahui pengaruh globalisasi pada pembentukan gaya hidup manusia.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
Kerangka Teori
2.1.1
Manajemen
Pemasaran Global
Pemasaran Global adalah
kinerja kegiatan bisnis dalam merencanakan, menetapkan harga, promosi dan
penyaluran barang atau jasa kepada konsumen ke lebih satu negara untuk
memperoleh keuntungan. Pemasaran internasional sebagai salah satu disiplin ilmu
pemasaran (1) : Proses memusatkan sumber daya dan sasaran hasil dari suatu
organisasi pada peluang lingkungan dan kebutuhan. Pemasaran (2) : Kumpulan dari
konsep, alat teori, kebiasaan, prosedur dan pengalaman. Walaupun pemasaran
adalah sebuah disiplin ilmu yang bersifat universal, pelaksanaan bervariasi
dari negara ke negara.
Pemasaran global adalah
proses memfokuskan sumber daya (manusia, uang dan asset fisik) dan
tujuan-tujuan dari suatu organisasi untuk memperoleh kesempatan dan menghadapi
ancaman pasar global. Dimensi-dimensi utama dalam
pemasaran global adalah :
1. Lingkungan pemasaran global
2. Segmentasi pasar global
3. Pemasaran dengan sasaran global
4. Merumuskan strategi dan rencana pemasaran global
5. Bauran pemasaran global
6. Mengelola dan memimpin usaha pemasaran global
Salah satu dari hal yang menonjol
dari pemasaran adalah “global marketing”.
Menjual produk ke luar negeri membutuhkan perspektif yang jauh berbeda dari
pada yang digunakan untuk bisnis yang dipasarkan untuk pasar domestik.
Berikut ini adalah beberapa
kunci penting dan trend yang harus dipertimbangkan sewaktu melakukan global
marketing.
Orientasi Manajemen pemasaran
meliputi :
- Pendekatan Ethnocentric, karakter perusahaan
lokal dan internasional , peluang di luar pasar lokal
yang berkembang di berbagai unsur-unsur bauran
pemasaran.
- Pendekatan Polycentric, karakteristik
perusahaan multinasional, bauran pemasaran diadopsi
manajer-,anajer di suatu negara.
- Orientasi Regiocentric atau Geocentric,
ciri-ciri dari perusahaan global dan transnasional,
peluang pemasran dikejar oleh keduanya strategi yaitu adaptasi dan perluasan di
pasar global.
2.1.2
Globalisasi
Globalisasi
adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Kemajuan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi, termasuk kemunculan telegraf dan Internet, merupakan faktor utama dalam globalisasi yang semakin mendorong saling ketergantungan (interdependensi)
aktivitas ekonomi dan budaya.
Thomas
L. Friedman Globalisasi memiliki dimensi idiology dan tekhnologi. Dimensi
tekhnologi yaitu kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi tekhnologi
adalah tekhnologi informasi yang telah menyatukan dunia.
Malcom
Waters Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan
geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting, yang terjelma
didalam kesadaran orang.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1
Objek
Penelitian
Produk
yang dijadikan objek dalam makalah ini yaitu Kentucky Fried chicken adalah
salah satu restoran cepat saji yang hak
eksklusif waralabanya dipegang oleh PT.Fast Food Indonesia. KFC merupakan pemimpin
global dalam bisnis kategori fast food dengan menggunakan menu andalan daging
ayam goreng.
Kelompok ini
memilih Kentucky Fried Chicken karena memiliki
data dan informasi yang berkenaan dengan topik masalah yang dibahas dalam
materi pemasaran global. Hal ini sangat dibutuhkan oleh kelompok kami sebagai
faktor pendukung didalam membuat makalah. Aspek yang diteliti meliputi sejarah
dan profil Kentucky Fried Chicken dan juga
strategi yang diterapkan didalam perdagangan global.
3.2
Jenis
Data
Jenis data yang digunakan
adalah data sekunder yaitu data berdasarkan studi pustaka yang berkaitan dengan
materi dalam makalah ini.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1
Profil dan Perkembangan Objek Penelitian
PT Fastfood
Indonesia Tbk. adalah pemilik tunggal waralaba KFC di Indonesia, didirikan oleh Gelael Group pada
tahun 1978 sebagai pihak pertama yang memperoleh waralaba KFC untuk Indonesia. Perseroan mengawali
operasi restoran pertamanya pada bulan Oktober 1979 di Jalan Melawai, Jakarta, dan telah memperoleh
sukses. Kesuksesan outlet ini kemudian diikuti dengan pembukaan outlet-outlet
selanjutnya di Jakarta dan perluasan area cakupan hingga ke kota-kota besar
lain di Indonesia, antara lain Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar,
dan Manado. Keberhasilan yang terus diraih dalam pengembangan merek menjadikan
KFC sebagai bisnis waralaba cepat saji yang dikenal luas dan dominan di
Indonesia. Bergabungnya
Salim Group sebagai pemegang saham utama telah meningkatkan pengembangan Perseroan pada tahun
1990, dan pada tahun 1993 terdaftar sebagai emiten di Bursa Efek Jakarta sebagai langkah untuk semakin
mendorong pertumbuhannya.
Kepemilikan saham mayoritas pada saat ini adalah
79,6% dengan pendistribusian 43,8% kepada PT Gelael Pratama dari Gelael Group, dan 35,8% kepada PT Megah
Eraraharja dari Salim Group; sementara saham minoritas (20,4%) didistribusikan kepada Publik
dan Koperasi. Perseroan
memperoleh hak waralaba KFC dari Yum! Restaurants International (YRI), sebuah badan usaha milik Yum!
Brands Inc., yaitu sebuah perusahaan publik di Amerika Serikat yang juga pemilik waralaba dari empat merek
ternama lainnya, yakni Pizza Hut, Taco Bell, A&W, dan Long John Silvers. Lima merek yang bernaung
dibawah satu kepemilikan yang sama ini telah memproklamirkan Yum! Group sebagai fast food
chain terbesar dan terbaik di dunia dalam memberikan berbagai pilihan restoran ternama,
sehingga memastikan kepemimpinannya dalam bisnis multi-branding. Untuk kategori
produk daging ayam cepat saji, KFC tak terkalahkan.
Produk unggulan Perseroan,
Colonel’s Original Recipe dan Hot & Crispy, tetap merupakan
ayam goreng paling lezat berdasarkan berbagai survei konsumen di Indonesia. Sebagai produk unggulan lainnya, dalam beberapa
tahun ini Perseroan juga menawarkan Colonel Burger, Crispy
Strips, Twister, dan yang baru-baru ini diluncurkan, Colonel Yakiniku. Selain produk-produk unggulan ini, KFC juga
memenuhi selera lokal dengan menu pilihan lain seperti
Perkedel, Nasi, Salad, dan Sup KFC. Untuk memberikan produk bernilai tambah kepada konsumen, berbagai menu
kombinasi hemat dan bermutu seperti Super Panas dan KFC
Attack terus ditawarkan. Perseroan senantiasa memonitor posisi pasar dan nilai
KFC secara keseluruhan, mengevaluasi berbagai masukan dari konsumen untuk
meningkatkan kualitas produk, layanan, dan fasilitas yang tersedia di KFC.
Semua informasi ini diperoleh melalui survei rutin yang disebut Brand Image
Tracking Study (BITS) dan CHAMPS Management System (CMS), yang dilakukan oleh
perusahaan survei independen.
BITS adalah survei untuk
mengetahui persepsi konsumen dan brand image KFC sebagai acuan dari merek utama
lainnya di bisnis restoran cepat saji. Hasil dari BITS menunjukkan bahwa KFC
secara konsisten masih menempati posisi tertinggi di benak konsumen untuk ‘Top of Mind Awareness’, dibandingkan
dengan merek utama lainnya. CMS adalah survei untuk menilai langsung kualitas
produk, layanan, dan fasilitas yang tersedia di KFC, dibandingkan dengan yang
diharapkan. Kinerja Perseroan dalam pertumbuhan penjualan same store
menjadikannya salah satu KFC franchise
market terbaik di Asia dengan pertumbuhan rata-rata 8,5% pada tahun 2007 dan akan terus mempertahankan posisi ini.
Pengembangan merek yang kontinu melalui strategi pemasaran yang
inovatif, keunggulan operasional, dan pertumbuhan dua digit yang konsisten dalam penjualan dan pengembangan
restoran, telah menganugrahi Perseroan berbagai penghargaan dari
Asia Franchise Business Unit dari Yum!
Restaurants International. Perseroan berkomitmen tinggi
untuk mempertahankan visi kepemimpinan dalam industri
restoran cepat saji, dengan terus memberikan kepuasan ‘Yum!’ di wajah konsumen.
Dukungan dari para pemegang
saham, keahlian manajemen yang terbina baik, dedikasi dan loyalitas
karyawan, dan yang terpenting adalah kontinuitas kunjungan konsumen, memastikan Perseroan dapat mencapai visi ini. Perseroan
percaya bahwa dengan menciptakan dan mengembangkan budaya yang
mendalam dan kuat dimana setiap karyawan memberikan perbedaan,
menghidupkan ‘Customer and Sales Mania’
di restoran-restoran KFC, memberikan perbedaan merek KFC yang
sangat kompetitif, menjalin kesinambungan proses dan hubungan antar karyawan, dan meraih hasil-hasil yang
konsisten, akan secara pasti membangun KFC bukan
saja menjadi merek yang paling digemari di Indonesia, juga KFC sebagai sebuah perusahaan yang hebat.
4.1.1 Strategi Pemasaran Pada Pasar Global
Pemasaran
adalah aliran produk secara fisis dan ekonomik dari produsen melalui pedagang
perantara ke konsumen. Pemasaran melibatkan banyak kegiatan yang berbeda yang
menambah nilai produk pada saat produk bergerak melalui sistem tersebut.
Jadi, untuk
memasarkan produknya agar sampai ditangan konsumen Silver Queen
menerapkan 4 Poin yaitu:
1. Kesempurnaan
resep masakan KFC selalu
menyempurnakan cita rasanya setiap saat untuk memberikan kepuasan kepada
pelanggan atau konsumennya. Cita rasa yang selalu disempurnakan tersebut
merupakan inovasi untuk tetap menjadi yang terdepan dari jajaran makanan cepat
saji.
2. Fasilitas
yang lengkap KTC dalam setiap
outletnya selalu memberikan berbagai fasilitas yang lengkap kepada konsumen
yang datang. Strategi pemasaran KFC ini merupakan pendukung untuk memberikan
kepuasan pada pelanggan yang lengkap,diantaranya tersedianya layanan internet
gratis. Dengan pemberian fasilitas yang lengkap pada setiap outlet counternya
makakonsumen akan semakin tertarik.
3. Pemilihan Lokasi KFC di bangun dengan penempatan lokasi yang strategis
sesuai dengan mobilitas masyarakat. Sebagian besar KFC didirikan pada daerah
yang memiliki mobilitas masyarakat yang tinggi. Dengan pemilihan lokasi yang
tepat itu diharapkan konsumen bisa menjangkau counter KFC dengan mudah.
4. Strategi harga KFC menerapkan strategi harga
dengan memberikan berbagai penawaran harga yang menarik kepada konsumennya. Di
antara strategi ini adalah dengan memberikan paket harga yang sangat menarik
dan menguntungkan bagi konsumennya.
5.
Partnership dengan perusahaan lainnya Salah satu
bentuk kerjasama yang dilakukan KFC adalah dengan merangkul beberapa industri
music untuk bekerjasama sehingga melalui music KFC bisa berpromosi baik untuk
kalangan remaja maupun dewasa. Selain itu dalam hal promosi ini KFC memberikan hadiah kepada
konsumen dengan beberapa CD music yang telah di buat dari kerjasama tersebut.
Inilah mengapa sampai saat ini KFC tetap selalu terdepan dalam segi apapun. Kfc juga
memanfaatkan media televisi,radio untuk mempromosikan produk mereka dengan cara
memasang iklan.yang tentunya
dengan cara ini sangat efektif untuk membuat masyarakat penasaran dengan rasa
makanan atau minuman yang ditawarkan terutama untuk menu baru. Tentu
dengan dilakukannya strategi pemasaran tersebut sangat berdampak positif
terhadap perusahaan KFC diantaranya,semakin banyaknya konsumen yang membeli,semakin
setianya konsumen-konsumen yang sebelumnya sudah percaya akan cita rasa produk
kfc dan tentunya hal itu membuat omset KFCpun meningkat,sehingga hingga saat
ini masih banyak orang yang mengandalkan menu kfc sebagai menu makan mereka
saat di luar rumah ataupun untuk makan di rumah melalui pesan antar kfc. Oleh
karenanya, perusahaan KFCpun hingga kini masih terus bertahan dalam persaingan
restoran-restoran makanan cepat saji.
4.1.2
Perdagangan Kentucky
Fried Chicken
Di Indonesia
Dalam bidang Ekonomi Indonesia merupakan negara berkembang
dengan pertumbuhan populasi penduduk yang pesat. Hal ini tentu menjadikan
Indonesia sebagai pasar yang menjanjikan
bagi peluang bisnis. Semakin banyaknya jumlah penduduk Indonesia
yang besar dengan pertumbuhan per kapita yang tergolong tinggi merupakan
potensi yang sangat besar bagi industri makanan olahan, termasuk fast food.
Ketersediaan makanan yang cepat saji (quick service) semakin dibutuhkan sejalan
dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, terutama di kawasan perkotaan yang
dinamis. Makin maraknya bisnis restoran kategori fastfood yang menyediakan menu
utama ayam goreng dan burger, khususnya yang dikembangkan melalui sistem
franchise memacu kondisi persaingan yang semakin ketat. Selain akibat masuknya
merek baru, pemain-pemain lama juga terus melakukan perluasan janngan
pemasarannya. Apalagi kategori makanan pokok sehari-hari juga menghadapi
subtitusi yang kuat dan luas, baik dari menu dan merek.
Kondisi perekonomian Indonesia yang sedang
mengalami krisis semakin mempersulit perusahaan yang bergerak dalam industri
restoran fast food franchise untuk dapat bersaing baik melalui produknya,
harga, distribusi maupun promosinya. Melemahnya nilai Rupiah menyebabkan
kenaikan harga bahan baku dan operasi perusahaan yang memaksa perusahaan untuk
menaikkan harga produknya. Dan bagi perusahaan yang memiliki hutang jangka
pendek dalam dollar akan mengalami kesulitan pembayaran. Kondisi tersebut diperparah
dengan terjadinya gejolak politik yang mengakibatkan kerusuhan dimana-mana.
Hal ini berdampak langsung terhadap
industri restoran fastfood franchise, banyak outlet mereka mengalami kerusakan
parah bahkan terbakar, tidak sedikit perusahaan yang terpaksa menutup
outletnya. KFC merupakan restoran cepat saji franchise yang hak eksklusif
waralabanya dipegang oleh PT.Fast Food Indonesia. KFC menjadi pemimpin pasar
restoran cepat saji yang dominan di Indonesia selama 20 tahun sejak tahun 1979.
KFC menspesialisasikan pada menu ayam goreng dan memposisikan dirinya sebagai
‘Jagonya ayam’.
Strategi promosi dan pemasaran diarahkan
untuk meningkatkan penjualan dan transaksi seketika itu juga, didukung dengan
strategi produk berupa paket-paket hemat serta penetapan harga yang relatif
lebih murah dibandingkan dengan pesaingnya dan distribusi melalui layanan pesan
antar ditingkatkan dengan penambahan armada. Strategi-strategi tersebut
dijalankan untuk merealisasikan visi perusahaannya yaitu untuk mempertahankan kepemimpinannya
dan agar dikenal sebagai brand yang paling digemari dalam usaha restoran cepat
saji di Indonesia. Deskripsi Alternatif : Jumlah penduduk Indonesia yang besar
dengan pertumbuhan per kapita yang tergolong tinggi merupakan potensi yang
sangat besar bagi industri makanan olahan, termasuk fast food. Ketersediaan
makanan yang cepat saji (quick service) semakin dibutuhkan sejalan dengan
meningkatnya mobilitas masyarakat, terutama di kawasan perkotaan yang dinamis.
Makin maraknya bisnis restoran kategori
fastfood yang menyediakan menu utama ayam goreng dan burger, khususnya yang
dikembangkan melalui sistem franchise memacu kondisi persaingan yang semakin
ketat. Selain akibat masuknya merek baru, pemain-pemain lama juga terus
melakukan perluasan janngan pemasarannya. Apalagi kategori makanan pokok
sehari-hari juga menghadapi subtitusi yang kuat dan luas, baik dari menu dan
merek. Kondisi perekonomian Indonesia yang sedang mengalami krisis semakin
mempersulit perusahaan yang bergerak dalam industri restoran fast food
franchise untuk dapat bersaing baik melalui produknya, harga, distribusi maupun
promosinya.
Melemahnya nilai Rupiah menyebabkan
kenaikan harga bahan baku dan operasi perusahaan yang memaksa perusahaan untuk
menaikkan harga produknya. Dan bagi perusahaan yang memiliki hutang jangka
pendek dalam dollar akan mengalami kesulitan pembayaran. Kondisi tersebut
diperparah dengan terjadinya gejolak politik yang mengakibatkan kerusuhan
dimana-mana. Hal ini berdampak langsung terhadap industri restoran fastfood
franchise, banyak outlet mereka mengalami kerusakan parah bahkan terbakar,
tidak sedikit perusahaan yang terpaksa menutup outletnya. KFC merupakan
restoran cepat saji franchise yang hak eksklusif.
Dalam kondisi perekonomian yang sedang
mengalami krisis ini KFC sebagai market leader menerapkan strategi moble
defense yaitu strategi pertahanan bergerak Dalam kondisi bertahan dengan cara
meningkatkan penjualan dan menekan biaya, KFC tetap melakukan perluasan pada
pasar yang potensial sebagai pertahanan ataupun penyerangan dimasa depan.
Strategi promosi dan pemasaran diarahkan untuk meningkatkan penjualan dan
transaksi seketika itu juga, didukung dengan strategi produk berupa paket-paket
hemat serta penetapan harga yang relatif lebih murah dibandingkan dengan
pesaingnya dan distribusi melalui layanan pesan antar ditingkatkan dengan
penambahan armada. Strategi-strategi tersebut dijalankan untuk merealisasikan
visi perusahaannya yaitu untuk mempertahankan kepemimpinannya dan agar dikenal
sebagai brand yang paling digemari dalam usaha restoran cepat saji di
Indonesia.
4.2
Pengaruh
Globalisasi Pada Pembentukan Gaya Hidup Manusia
Di era globalisasi ini, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) mempengaruhi
kehidupan. IPTEK menjadi faktor penentu keberadaan dan kemajuan
masyarakat. Teknologi
informasi muncul sebagai akibat dari merebaknya globalisasi dalam kehidupan
organisasi, semakin kerasnya persaingan bisnis, semakin singkatnya siklus hidup
barang dan jasa yang ditawarkan, serta meningkatnya tuntutan selera konsumen terhadap
produk dan jasa yang ditawarkan. Globalisasi juga ditandai dengan
perkembangan teknologi komunikasi, informasi, dan transportasi. Arus
globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan
remaja. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak generasi muda
kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan
dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari remaja sekarang.
4.2.1
Perubahan Perilaku
Masyarakat
Globalisasi telah membawa pengaruh yang luas terutama perubahan perilaku
masyarakat dalam berbagai hal, diantaranya:
a. Gaya Hidup. Arus globalisasi juga
berdampak pada gaya hidup, salah satunya gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat
yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat, atau gaya masyarakat
sehari-hari cenderung bergaya hidup mewah. Dengan melihat tayangan-tayangan
sinetron.
b. Transportasi. Sejak dahulu kala transportasi telah digunakan dalam kehidupan masyarakat.
Hanya saja alat angkut yang dimaksud bukan seperti sekarang ini. Sebelum tahun
1800 alat pengangkutan yang digunakan adalah tenaga manusia, hewan, dan sumber
tenaga dari alam. Antara tahun 1800-1860 transportasi telah mulai berkembang
dengan dimanfaatkannya sumber tenaga mekanis seperti kapal uap, kereta api,
yang banyak digunakan dalam dunia perdagangan. Pada tahun 1860-1920 telah
ditemukan kendaraan bermotor, pesawat terbang, dalam masa kini angkutan kereta
api dan jalan raya memegang peranan penting pula. Dalam tahun 1920 transportasi
telah mencapai tingkat perkembangan pada puncaknya (mature), dengan sistem
transportasi multi modal (multi modal system). Dalam abad ke-20 ini pertumbuhan
transportasi berkembang pesat sejalan dengan kemajuan teknologi mutakhir. Bagi
masyarakat sekarang, menempuh jarak yang jauh tidaklah menjadi kendala. Di era
globalisasi ini, pergerakan orang dan barang makin cepat dan mudah namun karena
tingginya kemajuan di bidang transportasi mengakibatkan padatnya arus lalu
lintas, dan dengan banyak perjalanan yang dilakukan oleh berbagai alat
transportasi, mengakibatkan pencemaran udara yang diakibatkan oleh udara kotor
dari knalpot.
c. Komunikasi. Perkembangan barang-barang seperti telepon
genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global
terjadi demikian cepatnya. Terbukti dari telepon genggam yang dahulunya
digunakan untuk menelpon dan sekedar mengirim pesan singkat. Tetapi sekarang
telepon genggam memiliki fungsi yang begitu banyak. Yaitu, mendengarkan musik
atau radio, berbagi foto dan video, untuk chatting, internet dan juga menonton
televisi. Bahkan ada juga telepon genggam yang mampu mengedit foto dan juga
memiliki forum obrolan tersendiri. Di era global ini, komunikasi merupakan
sesuatu hal yang sangat penting. Komunikasi tidak mengenal waktu dan tempat.
Kita bisa berkomunikasi dengan orang lain kapan saja dan di mana saja.
Komunikasi ini cenderung mengurangi pertemuan orang per orang, kelompok
keluarga dengan kelompok keluarga lain. Mereka mengandalkan pertemuan dengan
melalui telepon atau HP. Pesawat telepon seluler/HP ini dapat dibawa ke mana
saja. Karena kecilnya, sehingga orang dapat berkomunikasi kapan saja meskipun
sedang bepergian.
d. Pakaian. Arus globalisasi
juga berdampak pada jenis dan model pakaian. Semua itu dapat kita rasakan,
betapa sudah banyak perubahan tren model pakaian yang
mengikuti tren model pakaian saat ini. Dengan arus
globalisasi, pakaian dengan mode yang sama dipakai oleh orang di berbagai
belahan dunia. Contohnya adalah celana jeans. Celana jeans sudah mengglobal.
Dalam kehidupan sehari-hari, di mana saja baik itu laki-laki atau pun perempuan
sudah terbiasa memakai celana jeans. Padahal dulunya, jenis celana ini hanya
digunakan oleh orang-orang tertentu dan di tempat-tempat tertentu. Begitu juga
dengan baju kaos, yang lazim disebut T-Shirt. Jenis pakaian ini sudah menjadi
pakaian yang biasa dan dapat ditemukan di mana saja.
e. Makanan. Perkembangan Globalisasi juga berpengaruh
pada aspek makanan. Yang dulunya makanan dibuat dengan cara sederhana, seperti
membuat tempe, tahu, tapai. Kini makanan dapat dibuat dengan cepat. Hal ini
membuat makanan yang selama ini kita konsumsi semakin langka dan membuat
makanan yang baru kembali beranjak semakin luas yaitu makanan siap saji atau di
sebut juga fast food. Banyak masyarakat Indonesia yang mengkomsumsi makanan
fast food yang sebenarnya berasal darri negara lain, seperti friedchicken
(KFC) pizza, spaghetti, dan hamburger
dari pada makanan tradisional yang sudah jarang terlihat contohnya, kue cucur,
kue putu, lontong sayur, ketupan sayur dan masih banyak lagi. Mereka lebih
bangga atau menyukai makanan tersebut daripada makanan khas Indonesia seperti
nasi gudeg, nasi gandul, nasi pecel dan lain-lain.
f. Nilai-nilai. Sebelum terjadi berbagai kemajuan pesat
akibat pengaruh globalisasi, masyarakat kita sangat menghargai dan menerapkan
nilainilai dan norma-norma yang berlaku sebagai masyarakat Timur. Nilai dan
norma yang ditanamkan oleh nenek moyang kita adalah nilai-nilai dan norma-norma
yang luhur, seperti sopan santun, tata krama, kerukunan dan sebagainya. Setelah
terjadi arus globalisasi, nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku mulai
bergeser. Akibat pengaruh teknologi dan budaya asing, nilai-nilai dalam
kehidupan kemasyarakatan seperti nilai kerukunan, gotong royong sekarang ini
sudah mulai luntur. Mereka hidup dengan sendiri-sendiri. Hal ini mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang
tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam
globalisasi ekonomi.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari hasil
pembuatan makalah diatas dapat disimpulkan sebagai berikut :
Dalam memasarkan produknya Kfc sudah cukup baik, kfc
terus melakukan inovasi dalam melakukan pemasaran sehingga produknya cepat
dikenal para konsumennya,sehingga sampai saat ini KFC tetap menjadi pilihan
masyarakat dalam memilih makanan cepat saji dimanapun mereka berada,sekalipun
mereka berada di rumah karena mereka dapat memesan menu KFC untuk diantar ke
rumah.
5.2 Saran
KFC
harus terus melakukan inovasi dalam hal pemasaran,strategi pemasaran yang unik
dan kreatif tentu akan semakin menarik minat masyarakat untuk membeli menu yang
ditawarkan KFC,serta terus menciptakan menu-menu baru. Namun, KFC juga harus
memberikan pelayanan yang semakin baik untuk para konsumennya agar mereka tetap
setia memilih KFC,ditengah “menjamurnya” restoran cepat saji di Indonesia.
DAFTAR
PUSTAKA



Komentar
Posting Komentar