REVIEW JURNAL1
PENGARUH UKURAN KOPERASI DAN
JENIS KOPERASI TERHADAP KUALITAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN
(Studi Kasus pada Koperasi di
Purworejo )
ASTRI KEN PALUPI
ANIS CHARIRI, S.E., M.Com,
Ph.D., Akt
Fakultas Ekonomi UNDIP
Latar Belakang
Masalah
Perkembangan
perekonomian nasional yang
dihadapi dunia usaha termasuk koperasi
dan usaha kecil
menengah saat ini sangat
cepat dan dinamis. Koperasi merupakan salah satu
bentuk badan usaha
yang sesuai dengan kepribadian bangsa
Indonesia yang pantas
untuk ditumbuhkembangkan sebagai badan
usaha penting dan
bukan sebagai alternatif
terakhir (Arman D.
Hutasuhut, 2001).
Koperasi harus tampil sebagai organisasi yang dapat
membentuk kekuatan ekonomi bersama-sama
untuk mencapai tingkat
kesejahteraan yang lebih
baik bagi anggotanya.
Akan tetapi dalam
perkembangannya ada berbagai
permasalahan yang dihadapi oleh koperasi, misalnya dalam segi pembiayaan dan
permodalan masih sulitnya koperasi dan UKM untuk mengakses
lembaga keuangan (perbankan) mengingat
syarat yang ditetapkan
cukup berat terutama masalah jaminan/agunan dan syarat
lainnya.
Sistem
pengendalian intern yaitu
suatu sistem yang
meliputi struktur
organisasi, metode, dan ukuran-ukuran yang
dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong
dipatuhinya kebijakan manajemen (Mulyadi, 2002). Menurut
Standar Akuntansi Seksi
319 paragraf 06
dikemukakan bahwa
pengendalian internal adalah
suatu proses yang
dijalankan dewan komisaris, manajemen, dan personel lain
entitas yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang
pencapaian tiga golongan
tujuan berikut ini:
1) keandalan laporan keuangan,
2) efektivitas dan
efisiensi operasi, 3)
kepatuhan terhadap hukum dan
peraturan yang berlaku.
Tujuan
Penelitian
Berdasarkan rumusan
masalah yang telah dikemukakan di atas,
maka tujuan yang ingin
dicapai dalam penelitian
ini adalah untuk mengetahui dan
menguji apakah ukuran koperasi dan
jenis koperasi berpengaruh
atau tidak terhadap kualitas
sistem pengendalian intern yang diterapkan beberapa koperasi di Purworejo.
Metode
Penelitian
Dalam penelitian ini yang menjadi Variabel Independen(X)
adalah ukuran koperasi dan jenis koperasi, sedangkan yang menjadi Variabel
Dependen(Y) adalah kualitas sistem pengendalian intern.
Populasi dan
Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah koperasi-koperasi
yang berada di Purworejo. Sampel. Sedangkan Sampel dalam penelitian ini terdiri
atas 75 koperasidari 302 koperasi yang ada di Purworejo.
Pembahasan
- Pengaruh Ukuran Koperasi terhadap Sistem Pengendalian Intern Koperasi
Dalam penelitian ini menyatakan bahwa ukuran koperasi
berpengaruh positif terhadap sistem pengendalian intern koperasi. Hasil
penelitian ini juga tidak diperoleh adanya perbedaan aspek-aspek pengendalian
yang digunakan oleh koperasi kecil, menengah, maupun koperasi besar. Sehingga
hipotesis ditolak. Hasil penelitian ini tidak konsisten dengan hasil penelitian
sebelumnya yang dilakukan oleh Duncan (1999) yang mendapatkan bahwa ukuran
besar kecilnya organisasi (gereja) mempengaruhi sistem pengendalian intern
gereja tersebut. Tetapi dalam penelitian pada koperasi ini, menunjukkan yang
sebaliknya, yaitu ukuran koperasi tidak mempengaruhi sistem pengendalian
internnya. Koperasi yang memiliki modal besar, belum tentu akan menjamin sistem
pengendalian yang baik. Tanpa adanya manajemen sistem yang baik, maka belum
menjamin sistem pengendalian internnya juga akan lebih baik daripada koperasi
yang berukuran lebih kecil.
- Pengaruh Jenis Koperasi terhadap Sistem Pengendalian Intern Koperasi
Sehingga dikatakan bahwa jenis koperasi tidak berpengaruh
signifikan terhadap sistem pengendalian internnya. Berdasarkan hasil pengujian juga
tidak menunjukkan adanya perbedaan kualitas pengendalian intern baik umum,
penerimaan kas, pengeluaran kas maupun praktik rekonsiliasi dilihat dari jenis
usaha koperasi. Sehingga dapat dikatakan bahwa kualitas pengendalian intern
yang diterapkan oleh koperasi konsumen, simpan pinjam, maupun koperasi produsen
cenderung sama. Dengan kata lain bahwa jenis usaha koperasi tidak mampu
mempengaruhi kualitas sistem pengendalian intern koperasi. Oleh sebab itu,
hipotesis ditolak. Hasil penelitian ini tidak konsisten dengan hasil penelitian
sebelumnya yang dilakukan oleh Duncan (1999) yang mendapatkan bahwa jenis
organisasi (gereja) mempengaruhi sistem
pengendalian intern gereja tersebut. Namun dalam penelitian pada koperasi ini,
menunjukkan bahwa jenis koperasi tidak mempengaruhi sistem pengendalian
internnya.
Kesimpulan,
Keterbatasan dan Saran
Kesimpulan
Dari hasil analisis data
dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
- Diketahui bahwa tidak ada perbedaan kualitas pengendalian intern baik umum, penerimaan kas,pengeluaran kas maupun praktik rekonsiliasi dilihat dari ukuran koperasi (besar, menengah, dan kecil).
- Diketahui bahwa tidak ada perbedaan kualitas pengendalian intern baik umum, penerimaan kas, pengeluaran kas maupun praktik rekonsiliasi dilihat dari jenis usaha koperasi (koperasi simpan pinjam, koperasi konsumen, koperasi produsen dan koperasi pemasaran, dan koperasi jasa).
Keterbatasan
Penelitian ini memiliki
keterbatasan yaitu:
- Variabel yang diamati dalam penelitian ini terbatas hanya pada ukuran koperasi dan jenis koperasi. Sedangkan mungkin banyak variabel lain yang mungkin berpengaruh pada sistem pengendalian intern.
- Penelitian ini hanya dilakukan di salah satu daerah saja, yaitu Purworejo. Hal ini belum dapat mewakili kondisi seluruh koperasi di Indonesia.
Saran
Saran yang dapat diberikan sebagai tindak lanjut dari
hasil penelitian adalah penelitian selanjutnya
dapat mengembangkan model
dengan mencari variabel yang
mempengaruhi kualitas pengendalian intern dengan mencari faktor-faktor lainnya
yang dianggap penting untuk dianalisis yang merupakan salah satu determinan
potensial yang mempengaruhi kualitas pengendalian intern.
REVIEW JURNAL2
Strategi Pemasaran dan
Kualitas Pelayanan terhadap Profitabilitas Usaha Koperasi Produksi Susu
Peternakan
Alan Sugandi
Jurusan Penyuluhan Peternakan
Sekolah Tinggi Penyuluhan
Pertanian Bogor
Latar Belakang
Masalah
Rendahnya kualitas lembaga dan organisasi koperasi
menyebabkan kinerja tertinggal dan kurangnya citra baik koperasi di masyarakat.
Kurangnya pemahaman tentang koperasi sebagai badan usaha yang memiliki
struktur kelembagaan (struktur
organisasi, struktur kekuasaan,
dan struktur insentif)
yang unik/khas dibandingkan badan
usaha lainnya, serta memasyarakatnya mendapatkan sedikit informasi tentang
hak-hak koperasi (praktik terbaik) telah menyebabkan berbagai masalah hambatan
mendasar bagi kemajuan koperasi di Indonesia.
Menurut Riadi (2004:13), permintaan dunia terhadap pangan
hewani (daging, telur, dan
susu serta produk olahan lainnya)
sangat besar dan diproyeksikan akan
meningkat sangat cepat selama periode tahun 2005–2020
mendatang khususnya negara-negara sedang
berkembang. Penduduk dunia pada saat ini sekitar
6,3 miliar dan
akan diperkirakan meningkat sebanyak 76 juta jiwa setiap
tahunnya. Dari jumlah seluruh penduduk tersebut, sekitar 5,3 miliar (84%)
diantaranya berdomisili di
negara-negara sedang berkembang
yang rata-rata tingkat konsumsi susunya relatif lebih rendah.
Produksi susu pada Koperasi Produksi Susu dan Usaha Peternakan
(KPS Bogor) adalah
10.228.760 liter lebih pertahun dari 3.503 ekor sapi perah dewasa. KPS
Bogor adalah penghimpun para peternak/kelompok peternak
yang berada di
Kota atau Kabupaten Bogor dan Kabupaten Depok dalam
pemasaran dan penjualan susu, dengan
jumlah anggota 430
orang yang juga bergabung
dalam 11 kelompok
peternak susu.
Kualitas susu segar yang masih rendah mengakibatkan
rendahnya harga jual yang juga akan mempengaruhi tingkat profitabilitas usaha
yang dilakukan, untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu adanya penerapan
berbagai cara di antara penerapan strategi pemasaran produk dan peningkatan
kualitas pelayanan terhadap seluruh stakeholder yang terlibat dalam roda
KPS Bogor.
Tujuan
Penelitian
- 1) menganalisis strategi pemasaran hubungan terhadap kinerja KPS Enterprises Bogor.
- 2) menganalisis hubungan Kualitas Pelayanan terhadap Kinerja Bisnis KPS Bogor.
- 3) Apakah hubungan antara terhadapat Strategis Pemasaran dan Kualitas Pelayanan terhadap Kinerja Bisnis KPS Bogor.
Metode
Data yang telah dikumpulkan baik
data primer maupun sekunder
dianalisis secara kualitatif maupun kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan
dengan memaparkan secara deskriptif, sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan
analisis korelasi product
moment pearson dan regresi linear berganda (multiple linear
regression model).
Populasi dan
Sampel
Populasi yang menjadi objek
penelitian adalah karyawan KPS
Bogor sebanyak sebanyak
430 orang yang terdiri
dari karyawan, anggota
koperasi, kelompok tani
dan konsumen yang berhubungan dengan koperasi itu sendiri.
Sedangkan sampel dari penelitian ini adalah 81 orang.
Kesimpulan dan
Saran
Kesimpulan
Hasil penelitian yang dilakukan untuk menganalisis
hubungan strategi pemasaran dan kualitas pelayanan terhadap profitabilitas usaha
KPS Bogor, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
·
Terdapat
hubungan yang sangat signifikan antara Strategi Pemasaran dengan Profitabilitas
Usaha baik itu wujud pelayanan, perhatian terhadap konsumen, daya tanggap KPS
terhadap keluhan konsumen, jaminan yang diberikan serta keandalan petugas dalam
memberikan pelayanan,.
·
Hasil pengujian
statistik menunjukkan koefisien korelasi berganda (R) Strategi Pemasaran dan
Kualitas Pelayanan secara bersama-sama berpengaruh terhadap Profitabilitas
Usaha KPS Bogor. Ini mengindikasikan bahwa adanya hubungan yang saling
berpengaruh antara variabel Strategi Pemasaran dan variabel Kualitas Pelayanan
terhadap Profitabilitas Usaha KPS Bogor.
Saran
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran
dan kualitas pelayanan bersama-sama memiliki hubungan yang sangat erat terhadap
profitabilitas usaha, oleh karena itu beberapa saran yang dapat penulis
usulkan:
- · Diharapkan kepada pihak KPS Bogor tetap mengutamakan kedua variabel (penerapan strategi pemasaran dan menjaga kualitas pelayanan) dalam pelaksanaan usahanya sebagai koperasi produksi susu, sehingga diharapkan profit yang diterima dapat terus-menerus meningkat.
- · Berkaitan dengan keterbatasan penelitian, kepada penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah variabel dan faktor-faktor lain yang juga mungkin berpengaruh terhadap profitabilitas usaha.
- · Kepada pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM hendaknya dapat melakukan pendampingan pada pengusaha kecil terutama dalam permodalan dan pemasaran produk, sehingga para pengusaha kecil dapat menjalankan usahanya dengan bersemangat
Komentar
Posting Komentar